Alamat
Jalan Tembus Perumnas
Email
lembagaalhamid
WA
089699694013
Berita

Rapat Koordinasi Ummi Daerah Banjarmasin Bahas Penguatan Materi Ghorib dan Evaluasi Kesiapan Kenaikan Jilid Santri

Banjarmasin, 12 Juli 2025 — Seluruh Koordinator Ummi Daerah se-Kota Banjarmasin berkumpul dalam agenda Rapat Koordinasi Ummi Daerah yang diselenggarakan pada Sabtu, 12 Juli 2025 atau bertepatan dengan 16 Muharram 1447 H. Rapat ini berlangsung dengan suasana penuh semangat dan semarak ukhuwah antarpendidik Al-Qur’an, dipimpin oleh Ustaz Rijal Mukminin, S.Pd selaku Manajer QA Ummi Foundation.

 

Rapat dimulai dengan tadarus bersama dari surat Al-Anbiya ayat 101, dilanjutkan dengan penyampaian beberapa materi penting terkait pembelajaran metode Ummi, khususnya dalam hal penguatan bacaan ghorib, tajwid, penyegaran metode jilid, hingga evaluasi kenaikan jilid santri.

 

Fokus pada Murajaah Ghorib dan Pemahaman Santri

 

Pembahasan murajaah ghorib (dari lafadz “Ana” hingga “Qowaariiro”) menjadi perhatian utama dalam pertemuan ini. Para koordinator diharapkan menekankan pada pencapaian target kompetensi santri, yaitu:

 

1. Hafal komentar ghorib,

 

 

2. Lancar membaca dengan tartil pada ayat-ayat ghorib,

 

 

3. Memahami dan mampu menjawab pertanyaan “ada pelajaran apa?” dalam konteks ghorib.

 

 

 

Materi Tajwid dan Hukum Ro’

 

Selain itu, peserta rapat juga mengulas kembali materi tajwid, khususnya hukum nun sukun atau tanwin hingga idzhar wajib. Pada Bab 4, dijelaskan tentang Idgham Mutajanisain, yaitu pertemuan antara huruf ta sukun dan tho’, seperti dalam lafadz “آمنت طائفة”.

 

Materi baru juga dikenalkan, yakni hukum bacaan huruf Ro’, seperti dalam lafadz “وارحمنا”, yang mengandung hukum Ro’ Tafkhim karena Ro sukun didahului oleh hamzah washal. Para peserta diminta membimbing santri agar memahami pembagian hukum Ro’ menjadi dua, yaitu Tafkhim dan Tarqiq, lengkap dengan contoh dan alasannya.

 

Refresh Metode Ummi Jilid 5 dan Penanaman Konsep

 

Peserta rapat diajak melakukan penyegaran terhadap Metode Ummi Jilid 5 halaman 1–10, yang mencakup:

 

Bacaan waqof,

 

Dengungan panjang pada nun sukun/tanwin,

 

Bacaan lafadz Allah,

 

Fawatihussuwar.

 

 

Konsep pembelajaran ditekankan harus dua arah, dengan penanaman dan pengulangan secara aktif melalui tanya jawab antara guru dan santri. Harokat fathatain juga ditegaskan harus dibaca panjang satu ayunan saat waqof.

 

SIM-UF dan Evaluasi Kenaikan Jilid

 

Ustaz Hasan turut memberikan tutorial tentang pengisian data perkembangan santri di sistem SIM-UF. Tujuannya agar perkembangan setiap santri dapat dimonitor dengan baik dan tepat waktu.

 

Ustaz Syihabudin menyampaikan bahwa kenaikan jilid hanya bisa dilakukan jika santri telah:

 

1. Menguasai materi inti dalam jilid yang sedang dipelajari,

 

 

2. Mampu membetulkan kesalahan sendiri sesuai pokok bahasan,

 

 

3. Mendapat evaluasi jika belum memenuhi standar,

 

 

4. Dites secara informal terlebih dahulu (pra tes) di kelas oleh guru masing-masing.

 

 

 

Kehadiran Koordinator MI Plus Al-Hamid

 

Dalam rapat koordinasi ini, turut hadir Koordinator Tahfizh Ummi MI Plus Al-Hamid, yaitu Bapak Muhammad Rasyid Ridho, S.Pd dan Ibu Rabiatul Adawiah, S.Pd. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata komitmen MI Plus Al-Hamid dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an melalui metode Ummi.

 

Rapat Koordinasi Ummi Daerah ini menjadi forum strategis bagi seluruh koordinator untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat pemahaman materi, dan memperbarui teknis evaluasi, demi menghasilkan generasi Qur’ani yang tangguh dan berakhlak mulia.

Written by:

Published on:

Category:

Bagikan
Kategori
Alhamid Banjarmasin

Berita lainnya