Dalam rangka memperkuat peran guru tahfiz sebagai pendidik utama dalam pembinaan karakter generasi Qur’ani, Yayasan Al Hidyah Akhlaqul Karimah menyelenggarakan kegiatan rapat dan pembinaan guru tahfiz di Aula Utama Yayasan, Senin lalu. Acara yang berlangsung dengan penuh semangat ini dihadiri oleh seluruh guru tahfiz dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD hingga MA Al Hamid, yang tak hanya datang untuk menyerap ilmu namun juga mempererat ikatan silaturahmi di antara mereka.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Yayasan untuk memberikan pembinaan rutin bagi para guru tahfiz, yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan komitmen mereka dalam mendidik para siswa. Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Pendidikan Yayasan Al Hidyah Akhlaqul Karimah, Ustadz Muhammad Ridwan, S.Pd, yang memberikan wejangan dan arahan kepada seluruh guru tahfiz. Beliau menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi yang cinta Al-Quran dan memiliki akhlak mulia. “Guru tahfiz adalah ujung tombak kita dalam mencetak generasi Qur’ani. Peran mereka tidak hanya sebatas mengajarkan hafalan, namun juga menanamkan nilai-nilai luhur Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ustadz Muhammad Ridwan dalam sambutannya.

Tak hanya itu, hadir pula Ustadz Musthafa Kamil, S.Th.I, Ketua Ummi Daerah yang menjadi narasumber utama dalam sesi pembinaan. Beliau memberikan materi terkait metode-metode pengajaran tahfiz yang lebih efektif dan menekankan pentingnya pengembangan kompetensi guru tahfiz agar tetap relevan dalam mendidik generasi milenial. Ustadz Musthafa Kamil mengungkapkan bahwa kemampuan dalam memahami psikologi siswa serta variasi metode pengajaran menjadi faktor utama keberhasilan proses pembelajaran tahfiz. “Guru tahfiz harus terus berinovasi. Dengan cara mengajar yang menarik dan penuh kasih sayang, anak-anak akan lebih mudah menyerap hafalan dan mencintai Al-Quran,” ujarnya di sela-sela pembinaan.
Dalam rapat yang berlangsung, dibahas berbagai isu penting yang dihadapi oleh guru tahfiz, di antaranya adalah tantangan dalam menanamkan hafalan Al-Quran di tengah kesibukan akademis siswa, serta pentingnya kerja sama antara guru tahfiz di setiap tingkatan pendidikan untuk mewujudkan tujuan bersama. Beberapa guru tahfiz dari PAUD hingga MA turut berbagi pengalaman mereka dan berdiskusi mengenai metode pengajaran yang dapat mengatasi hambatan-hambatan yang kerap ditemui di lapangan.
Selain itu, program pembinaan ini juga mencakup sesi praktek yang difokuskan pada pelatihan metode Ummi dalam mengajarkan tahfiz. Metode Ummi yang dikenal efektif dan struktural menjadi andalan dalam program tahfiz di Yayasan Al Hidyah Akhlaqul Karimah, termasuk di MA Al Hamid. Selama pelatihan ini, para guru diajarkan bagaimana menyampaikan ayat-ayat Al-Quran secara berulang-ulang hingga tertanam dalam memori siswa, serta cara-cara memotivasi siswa agar terus konsisten dalam menjaga hafalan.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan banyak di antara mereka yang mencatat dan mengajukan pertanyaan untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Ustadzah Fitri, salah seorang guru tahfiz dari PAUD Al Hamid, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan ini. “Kami merasa semakin termotivasi untuk mengajar tahfiz dengan cara yang lebih baik. Pembinaan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam menghadapi siswa dengan berbagai karakter dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ihsan. Rangkaian acara pembinaan ini diharapkan dapat terus berjalan secara rutin sehingga kualitas pengajaran tahfiz di Yayasan Al Hidyah Akhlaqul Karimah, khususnya di MA Al Hamid, semakin meningkat.
Dengan adanya rapat dan pembinaan ini, Yayasan Al Hidyah Akhlaqul Karimah berharap dapat mempersiapkan generasi penerus yang tak hanya memiliki hafalan Al-Quran yang kuat tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Melalui dukungan dan sinergi seluruh guru tahfiz di setiap tingkatan, misi mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia semakin nyata.

